BONE, MAKASSARINFO – Pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 cabang olahraga (cabor) Biliar diwarnai polemik. Sejumlah Pengurus Kabupaten (POBSI) Kabupaten/Kota menyatakan sikap Walk Out (WO) sebagai bentuk protes terhadap keikutsertaan salah satu atlet bernama Jayden dari POBSI Makassar.

Polemik tersebut mencuat setelah Jayden disebut pernah mengikuti Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dengan mewakili Sulawesi Tengah. Keikutsertaan atlet tersebut kemudian dipersoalkan oleh sejumlah perwakilan POBSI Kabupaten/Kota karena dinilai berkaitan dengan ketentuan representasi atlet dalam kompetisi olahraga.

Hendra, perwakilan POBSI Soppeng, menegaskan bahwa pihaknya bersama POBSI Kabupaten/Kota lainnya tetap akan mengikuti pertandingan apabila atlet yang dipersoalkan tersebut didiskualifikasi.

“Semua POBSI kabupaten tetap akan ikut apabila Jayden atlet Makassar ini didiskualifikasi karena dia sudah mengikuti Kejurnas di Makassar dengan mewakili Sulawesi Tengah,” tegas Hendra.

Ia juga menyampaikan keberatan terhadap kondisi yang dinilai tidak memberikan kepastian dan rasa keadilan bagi atlet-atlet daerah lainnya.

“Kami atlet Sulawesi Selatan tidak ingin diinjak-injak seenaknya seperti itu. Dia sudah main di sana dan main di sini lagi,” ujarnya.

Sementara itu, Irham, perwakilan POBSI Kabupaten Bulukumba, menyampaikan bahwa sejumlah POBSI Kabupaten/Kota telah menyatakan penolakan terhadap keabsahan pelaksanaan Porprov Sulsel XVIII Tahun 2026 cabor Biliar apabila persoalan tersebut tidak segera diselesaikan.

“Kami dari 12 POBSI Kabupaten/Kota menyatakan Porprov Sulsel XVIII Tahun 2026 cabor Biliar tidak sah karena salah satu peserta bernama Jayden pernah mengikuti Kejurnas di Makassar mewakili Sulawesi Tengah dan sampai saat ini panitia belum dapat mengambil keputusan,” ungkap Irham.

Ia menegaskan bahwa setiap atlet harus tunduk pada ketentuan yang mengatur representasi daerah dalam kompetisi olahraga.

“Setiap atlet tidak boleh mewakili dua daerah ataupun provinsi, itu jelas aturannya. Maka kami dari 12 POBSI Kabupaten/Kota menyatakan Walk Out,” tegasnya.

12 POBSI Kabupaten/Kota Tercantum dalam Surat Pernyataan WO

Berdasarkan dokumen pernyataan sikap yang diterima, terdapat 12 POBSI Kabupaten/Kota yang namanya tercantum dalam daftar pihak yang menyatakan Walk Out pada kegiatan tersebut.

Pernyataan sikap tersebut menjadi bentuk protes terhadap belum adanya keputusan panitia mengenai status keikutsertaan atlet yang dipersoalkan.

Para perwakilan POBSI Kabupaten/Kota berharap panitia penyelenggara dan pihak terkait segera memberikan penjelasan serta mengambil keputusan berdasarkan regulasi yang berlaku.

Mereka menilai kepastian aturan, transparansi, dan perlakuan yang adil terhadap seluruh atlet merupakan hal penting untuk menjaga sportivitas serta kredibilitas penyelenggaraan Porprov Sulsel XVIII Tahun 2026, khususnya cabang olahraga Biliar.

Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari panitia penyelenggara maupun POBSI Makassar terkait polemik status atlet Jayden. Klarifikasi dari pihak-pihak terkait masih diperlukan guna menghadirkan pemberitaan yang berimbang.