MAKASSARINFO – Lebih dari 100 pemain sepak bola muda mengikuti ASICS Football Draft Combine 2026 di Bosowa Sports Center, Makassar, Sabtu (31/10/2026). Mereka bersaing menunjukkan kemampuan untuk memperebutkan tempat dalam seleksi nasional di Jakarta.

Makassar menjadi salah satu kota penyelenggaraan seleksi bersama Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Para peserta menjalani serangkaian pengujian, mulai dari keterampilan dasar hingga simulasi pertandingan.

Senior Marketing Core Performance Sports ASICS Indonesia, Gemilang Sayyef, mengatakan Makassar memiliki potensi besar dalam melahirkan pemain sepak bola berbakat.

Menurutnya, potensi tersebut menjadi salah satu alasan Makassar masuk dalam agenda pencarian pemain muda tahun ini.

Dari seluruh peserta di empat kota, panitia akan memilih 50 pemain terbaik untuk mengikuti tahap berikutnya di Jakarta. Pada tahap tersebut, kemampuan mereka akan kembali diuji di hadapan pelatih dan pencari bakat dari sejumlah negara.

“Di Jakarta mereka akan kembali menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan elite coaches dan elite scouts dari berbagai negara, termasuk Jepang,” kata Gemilang.

Seleksi tersebut juga membuka kesempatan bagi pemain untuk mendapatkan perhatian pencari bakat. Namun, Gemilang menegaskan tidak ada jaminan pemain yang terpilih langsung mendapatkan kontrak dengan klub profesional.

Keputusan perekrutan sepenuhnya berada di tangan klub yang melakukan pemantauan.

Dari 50 pemain yang mengikuti tahap nasional, tiga pemain terbaik nantinya akan diberangkatkan ke Jepang untuk mengikuti ASICS Football Draft Combine 2027 dan mewakili Indonesia.

Sementara itu, Lead Coach ASICS Football Draft Combine, Aldi Iqbal Tawakal, menyoroti tingginya antusiasme pemain Makassar selama proses seleksi.

Ia menilai kondisi cuaca panas tidak mengurangi semangat peserta dalam mengikuti setiap tahapan pengujian.

“Passionnya sangat tinggi. Dari awal skill test sampai kondisi cuaca yang cukup terik, tidak menurunkan sama sekali passion mereka,” ujar Aldi.

Dalam proses penilaian, tim pelatih tidak hanya mengukur kemampuan teknik individu. Pemain juga diuji dalam membaca situasi permainan, menentukan keputusan, mengatur posisi tubuh, serta kemampuan mengaplikasikan teknik saat pertandingan berlangsung.

Aldi menyebut sejumlah peserta sudah masuk dalam pantauan tim scouting. Penilaian dilakukan secara kolektif dengan melibatkan beberapa pengamat untuk mendapatkan gambaran kemampuan pemain secara lebih menyeluruh.

Menariknya, Aldi menilai gairah sepak bola pemain Makassar cukup menonjol dibandingkan peserta yang sebelumnya mengikuti seleksi di Jakarta.

“Kalau dari passion dan gairah mereka di sepak bola, menurut saya melebihi Jakarta,” ungkapnya.

Seleksi di Makassar selanjutnya memasuki pertandingan 11 lawan 11. Hasil dari seluruh tahapan akan menjadi dasar pemeringkatan sebelum dibandingkan dengan peserta dari kota lainnya untuk menentukan 50 pemain yang melaju ke Jakarta.