MAKASSARINFO – Biznet menyiapkan ekspansi jaringan internet ke Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan. Perusahaan juga memperkuat infrastruktur digital melalui pembangunan kabel bawah laut dan pengembangan pusat data untuk kebutuhan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Regional Manager Biznet Sulawesi, Okky Wahyudi, mengatakan ekspansi ke wilayah baru bergantung pada potensi pasar dan besarnya investasi infrastruktur. Meski Makassar telah terjangkau hampir di seluruh wilayahnya, perusahaan masih melihat peluang pertumbuhan di daerah lain.
“Secara rencana, kita sudah siapkan ekspansi ke arah Sinjai. Hampir seluruh wilayah Sulawesi juga ada dalam rencana ekspansi, tetapi kita mempertimbangkan nilai investasi dan potensi pasar,” kata Okky dalam konferensi pers HUT ke-26 Biznet di Swiss-Belinn Panakkukang, Makassar, Kamis, 22 Oktober 2026.
Di Makassar, Biznet mencatat pertumbuhan pengguna sekitar 5 persen per tahun. Perusahaan menargetkan perluasan jaringan ke kota-kota lapis kedua dan ketiga, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas di luar pusat ekonomi utama.
Biznet menawarkan layanan internet rumah dengan kecepatan hingga 225 megabit per detik (Mbps) dan tarif mulai Rp 200 ribu per bulan di Makassar. Di Kabupaten Gowa, tarifnya mulai Rp 150 ribu per bulan.
Okky mengatakan Biznet membangun dan mengelola sendiri infrastruktur fiber optiknya. Perusahaan juga mengandalkan kantor cabang dan teknisi di sejumlah wilayah untuk menangani gangguan jaringan.
Memperkuat Konektivitas Antarpulau
Ekspansi jaringan darat dibarengi pengembangan kabel fiber optik bawah laut melalui Biznet Nusantara Cable System (BNCS). Infrastruktur ini dibangun, dimiliki, dan dioperasikan sendiri oleh Biznet sejak 2024.
Perusahaan juga menyiapkan BNCS-2 yang direncanakan menghubungkan Surabaya, Banjarmasin, Sumenep, dan Buleleng. Jaringan tersebut ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarpulau dan meningkatkan kapasitas layanan internet.
Dalam konferensi pers, Okky turut menyebut Galesong, Sulawesi Selatan, sebagai lokasi pendaratan kabel yang direncanakan. Namun, lokasi tersebut belum tercantum dalam rute BNCS-2 yang dijelaskan pada materi resmi perusahaan.
Perbedaan informasi ini perlu dikonfirmasi untuk memastikan apakah Sulawesi Selatan masuk dalam rute pembangunan BNCS-2 atau merupakan bagian dari rencana jaringan lainnya.
Biznet menyatakan jaringannya kini menjangkau lebih dari 200 kota dan kabupaten, dengan lebih dari 3 juta homepass serta dukungan lebih dari 300 kantor cabang.
Menyiapkan Infrastruktur untuk AI
Selain jaringan internet, Biznet mengembangkan Biznet AI Center di Bali. Pusat data tersebut dirancang untuk memenuhi kebutuhan komputasi berkapasitas tinggi, termasuk untuk pengembangan dan penggunaan teknologi AI.
Fasilitas itu memiliki kapasitas daya hingga 145 kilowatt per rak, menggunakan teknologi pendingin cair atau liquid cooling, serta dilengkapi laboratorium pengembangan AI.
President Director Biznet, Adi Kusma, mengatakan kebutuhan digital saat ini berkembang melampaui akses internet. Kapasitas komputasi dan pengolahan data menjadi semakin penting seiring meningkatnya pemanfaatan AI.
Menurut data PwC Global Workforce Hopes & Fears Survey 2025 yang dikutip Biznet, sebanyak 69 persen pekerja di Indonesia telah menggunakan AI untuk pekerjaan mereka dalam 12 bulan terakhir. Sementara itu, penetrasi internet Indonesia mencapai 81,72 persen pada 2026 berdasarkan data APJII yang dipaparkan perusahaan.
Kedua perkembangan tersebut menunjukkan meningkatnya kebutuhan terhadap infrastruktur digital. Tantangan berikutnya adalah memastikan perluasan jaringan diikuti kualitas layanan yang memadai dan akses yang terjangkau, terutama bagi masyarakat di luar kota-kota besar.




Tinggalkan Balasan