MAKASSARINFO – Sebuah email dari London datang membawa kabar baik. Dari British Library, Dr. Annabel Teh Gallop, FBA, Kurator Utama Asia Tenggara, menyampaikan apresiasi atas terbitnya jilid kedua Catatan Harian Sultan Ahmad As-Saleh Syamsuddin.

 

Pesan itu dikirim kepada Muhammad Sapri A. Pamulu, Ph.D., selaku editor buku, serta Andi Sofyan Hadi. Bagi Dr. Annabel, terbitnya jilid kedua bukan sekadar hadirnya sebuah buku, tetapi kelanjutan dari kerja panjang membaca kembali jejak masa lalu melalui naskah yang tersimpan di London.

 

“Menurut saya, jilid pertama merupakan sebuah publikasi yang patut dijadikan teladan mengenai catatan harian La Tenri Tappu. Oleh karena itu, saya sangat gembira karena jilid kedua kini telah terbit,” tulis Dr. Annabel.

 

Apresiasi itu kemudian disertai sebuah permintaan sederhana, tetapi memiliki makna tersendiri. Dr. Annabel berharap dapat dikirimi dua eksemplar jilid kedua, masing-masing untuk British Library dan koleksi pribadinya.

 

“Saya akan sangat berterima kasih apabila Anda berkenan mengirimkan dua eksemplar buku tersebut kepada saya, jika memungkinkan: satu untuk British Library dan satu lagi untuk saya pribadi,” tulisnya.

 

Selama ini, Dr. Annabel mengaku turut memperkenalkan buku tersebut kepada para peneliti dan tamu penting yang berkunjung ke British Library. Setiap kali memperlihatkan naskah asli catatan harian Sultan Ahmad al-Saleh Syamsuddin, ia juga biasanya memperlihatkan terjemahan jilid pertama.

 

Naskah tersebut tersimpan di British Library dengan kode Add MS 12354. Di tangan para peneliti, naskah lama itu tidak berhenti sebagai lembaran sejarah, tetapi kembali dibaca, diterjemahkan dan dihadirkan dalam bentuk publikasi yang dapat menjangkau pembaca lebih luas.

 

Menurut Dr. Annabel, perjalanan tersebut menjadi contoh bagaimana digitalisasi naskah membuka jalan bagi penelitian ilmiah. Ia menyebut karya yang lahir dari proses tersebut sebagai sebuah buku yang luar biasa.

 

“Hal ini saya lakukan untuk menunjukkan bagaimana digitalisasi naskah telah memungkinkan terlaksananya penelitian ilmiah yang menghasilkan buku luar biasa ini,” tulisnya.

 

Di akhir pesannya, Dr. Annabel juga mengenang pertemuannya dengan Andi Sofyan Hadi saat berkunjung ke Makassar pada Mei 2026. Dari naskah yang tersimpan jauh di London hingga buku yang kembali hadir di Makassar, kisah ini memperlihatkan bagaimana catatan masa lalu dapat menemukan pembacanya kembali melintasi ruang dan waktu.

 

Email itu ditutup dengan salam hangat dan doa terbaik dari Dr. Annabel Teh Gallop, FBA, Kurator Utama Asia Tenggara, British Library, 96 Euston Road, London NW1 2DB, Inggris.