BONE, MAKASSARINFO – Dugaan pungli menjadi sorotan Aliansi Mahasiswa UNIASMAN,Dalam aksi demonstrasi, Senin(21/09/2026), Mahasiswa mendesak pihak kampus data data terkait kebijakan yang berdampak terhadap mahasiswa.
Salah satu persoalan yang disoroti ialah terkait adanya permintaan pengembalian Biaya hidup penerima beasiswa KIP jalur pemangku kepentingan(Aspirasi)
Kondisi tersebut memunculkan sejumlah pertanyaan di kemanakan uang sebesar 4,7 juta yang di minta pihak kelola dan untuk apa.
Dalam aksi aliansi mahasiswa UNIASMAN salah satu pengelolaan KIP Ibu Suma Menyebutkan uang sebesar 4,7 juta yang di minta dari biaya hidup mahasiswa penerima beasiswa KIP akan di berikan ke oknum Anggota DPD/DPR RI pemberi KIP aspirasi
Jendral Lapangan Aliansi Mahasiswa UNIASMAN,Try Ardiansyah, Menegaskan kuota KIP Kuliah tidak semestinya dipahami sebagai hak yang dapat ditukar dengan pengembalian sebagian atau seluruh bantuan biaya hidup mahasiswa. Pemerintah sendiri menetapkan mekanisme resmi dalam penyaluran KIP Kuliah, termasuk penyaluran bantuan biaya hidup kepada rekening penerima.
Selain itu menurut pengakuan pengelola KIP yang menyebut uang biaya hidup Beasiswa KIP di peruntukan untuk pemberi KIP aspirasi dapat di indikasikan adanya upaya jual beli kuota beasiswa oleh oknum Anggota DPD/DPR RI.
“Kalau begitu pengakuan dari pengelola KIP berarti Benar dugaan Selama ini terkait adanya jual beli kuota KIP oleh oknum anggota DPD/DPR RI”sebutnya
Selain itu Aliansi Mahasiswa UNIASMAN juga menyoroti SK Rektor Terkaid dengan SK Rektor Kenaikan SPP dan SK rektor terkait pembayaran yang di rasa membebani mahasiswa.
Rektor UNIASMAN tak mau memperlihat SK Rektor dengan alasan hal tersebut tak perluh di ketahui oleh mahasiswa
Aliansi mahasiswa UNIASMAN menyebutkan jika SK rektor tidak bisa di perlihatkan maka segala bentuk pembayaran Mahasiswa selama ini dapat di anggap pungli.




Tinggalkan Balasan