MAKASSAR – Ketua Umum Kickboxing Indonesia (KBI) Provinsi Sulawesi Selatan, Andrian Awal A atau yang dikenal dengan AWLPD, menyatakan kesiapan mendukung upaya menjaga keamanan dan ketertiban dengan menyediakan wadah bagi para pemuda yang memiliki kecenderungan terlibat perkelahian jalanan untuk menyalurkan kemampuan mereka melalui olahraga kickboxing.

Langkah tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap upaya Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen. Pol. Dr. M. Awal Chairuddin, S.I.K., M.H., dalam mendorong terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif, khususnya di tengah maraknya aksi perang antarkelompok di Kota Makassar.

Andrian Awal menilai, energi dan kemampuan bela diri yang dimiliki sebagian pemuda perlu diarahkan ke kegiatan yang lebih positif dan terukur. Melalui kickboxing, mereka dapat berlatih secara disiplin, mengasah kemampuan, sekaligus membuka peluang meraih prestasi di dunia olahraga.

“Kalau memang suka berkelahi dan merasa punya kemampuan bela diri, mari kita arahkan ke tempat yang tepat. Naik ke atas ring, bertanding secara jantan, mengikuti aturan, dan menjunjung tinggi sportivitas. Jangan di jalanan yang justru bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain,” ujar Andrian Awal.

Menurutnya, ring pertandingan merupakan tempat bagi para atlet untuk membuktikan kemampuan melalui kompetisi yang memiliki aturan, pengawasan wasit, serta standar keselamatan. Hal ini berbeda dengan perkelahian jalanan yang berisiko menimbulkan korban luka hingga mengancam keselamatan jiwa.

Sebagai Ketua KBI Sulsel, Andrian menyatakan siap memberikan ruang pembinaan bagi para pemuda yang ingin menekuni kickboxing secara serius. Ia berharap olahraga bela diri dapat menjadi alternatif kegiatan positif sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan meraih prestasi.

“Kami siap memberikan wadah bagi anak-anak muda yang ingin menyalurkan bakat bela dirinya. Jangan biarkan kemampuan itu habis di jalanan. Kalau dibina dengan benar, mereka bisa menjadi atlet yang membanggakan Kota Makassar dan Sulawesi Selatan,” tambahnya.

Ia menegaskan, kemampuan bela diri harus dibarengi dengan pengendalian diri dan tanggung jawab. Menurutnya, seorang atlet sejati tidak hanya dituntut memiliki kemampuan bertarung, tetapi juga menjunjung tinggi aturan, menghormati lawan, dan mampu mengendalikan emosi.