MAKASSARINFO – Pemadaman listrik kembali menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah. Di tengah aktivitas warga yang bergantung pada pasokan listrik, PLN menyebut gangguan terjadi karena pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan dan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan sistem, Senin (31/8/2026.
Namun, penjelasan tersebut belum sepenuhnya menjawab keresahan masyarakat.
Ribuan warga mempertanyakan satu hal sederhana: sampai kapan kondisi listrik padam seperti ini akan berlangsung?
PLN menyampaikan estimasi pengaturan beban sekitar dua jam. Namun, bagi masyarakat, persoalannya bukan sekadar hitungan dua jam. Ketika listrik padam, aktivitas rumah tangga terganggu, usaha ikut terdampak, jaringan komunikasi dan pekerjaan bisa terhambat, sementara masyarakat membutuhkan kepastian kapan listrik benar-benar kembali normal.
Di sisi lain, akses untuk mendapatkan penjelasan langsung dari PLN UID Sulselrabar juga menjadi sorotan.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, saat hendak dikonfirmasi secara langsung disebut tidak bersedia ditemui dan meminta pertanyaan disampaikan melalui WhatsApp.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan lain, ketika masyarakat sedang membutuhkan kepastian mengenai layanan listrik, mengapa akses terhadap pihak yang bertanggung jawab memberikan informasi justru terasa begitu sulit?
Humas perusahaan layanan publik seharusnya berada di garis depan ketika terjadi gangguan yang berdampak luas. Bukan hanya menyampaikan pernyataan tertulis, tetapi juga mampu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai apa yang sebenarnya terjadi.
Publik membutuhkan jawaban yang konkret, bukan sekadar kalimat bahwa PLN sedang melakukan upaya percepatan.
Apa penyebab sebenarnya pemadaman? Berapa wilayah yang terdampak? Berapa lama listrik akan benar-benar padam? Apakah pemeliharaan ini sudah direncanakan? Dan yang paling penting, kapan masyarakat bisa kembali menikmati listrik secara normal?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut semakin relevan karena listrik merupakan kebutuhan dasar yang menopang hampir seluruh aktivitas masyarakat.
PLN memang memiliki tanggung jawab menjaga kestabilan sistem kelistrikan. Namun, menjaga keandalan listrik juga seharusnya berjalan beriringan dengan menjaga kepercayaan publik melalui komunikasi yang transparan dan mudah diakses.
Jika masyarakat diminta bersabar, setidaknya mereka berhak mendapatkan kepastian.
Bukan terus bertanya-tanya: listrik akan menyala dua jam lagi, beberapa jam lagi, atau justru harus menunggu lebih lama tanpa kepastian?




Tinggalkan Balasan