MAKASSARINFO – Pemanfaatan energi matahari pada bangunan pendidikan membuka peluang pengembangan konsep kampus yang lebih hemat energi dan berkelanjutan. Salah satu bagian bangunan yang dapat dikembangkan untuk mendukung pemanfaatan energi tersebut adalah atap, karena memiliki ruang yang relatif tersedia tanpa memerlukan perluasan lahan.

Namun, pemasangan panel surya pada bangunan yang telah berdiri tidak dapat dilakukan hanya dengan melihat ketersediaan ruang pada atap. Bentuk dan konstruksi atap, arah bidang, kemiringan, serta kemampuan struktur dalam menerima tambahan beban menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan sebelum sistem panel surya diterapkan.

Kondisi tersebut menjadi dasar kajian mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia melalui Program Kreativitas Mahasiswa-Riset Eksakta (PKM-RE). Objek penelitian merupakan gedung kampus yang saat ini belum terintegrasi dengan panel surya. Kajian diarahkan untuk melihat peluang pemanfaatan struktur atap yang tersedia sebagai bagian dari pengembangan sistem energi surya pada bangunan kampus.

Penelitian berjudul “Analisis Integrasi Variasi Struktur Atap Gedung Kampus terhadap Beban Struktur dan Efisiensi Energi Panel Surya” membahas keterkaitan antara karakteristik struktur atap dan pemanfaatan energi fotovoltaik. Beberapa bentuk atap dikaji untuk melihat bagaimana perbedaan konfigurasi dapat memengaruhi aspek struktur maupun potensi pemanfaatan energi matahari.

Pendekatan tersebut menempatkan struktur bangunan dan sistem energi sebagai dua aspek yang saling berkaitan. Panel surya membutuhkan bidang pemasangan yang sesuai dengan karakteristik atap, sementara penambahannya juga perlu diperhitungkan terhadap struktur bangunan. Pada saat yang sama, orientasi dan kemiringan bidang pemasangan perlu disesuaikan agar pemanfaatan radiasi matahari dapat berlangsung secara optimal.

Kajian ini juga menjadi bagian dari upaya pengembangan konsep green campus melalui pemanfaatan sumber energi terbarukan pada lingkungan pendidikan. Integrasi sistem energi surya dengan bangunan diharapkan tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan pembangkitan energi, tetapi juga kesesuaian dengan kondisi fisik dan struktural bangunan yang telah tersedia.

Melalui penelitian tersebut, mahasiswa berupaya menghasilkan kajian yang dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengembangan integrasi panel surya pada gedung kampus. Hasil kajian nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran mengenai pendekatan yang tepat dalam menggabungkan aspek struktur atap dan pemanfaatan energi surya secara terpadu.