banner 728x250

Megah di Anggaran, Rapuh di Lapangan : Proyek Islamic Center Kabupaten Wajo Disorot

  • Bagikan

MAKASSARINFO – Pemerintah Daerah Kabupaten Wajo baru saya menggelontorkan anggaran sebanyak 4,6 Miliar dengan hajat untuk kepentingan ummat, namun pada kenyataannya proyek tersebut berujung kontroversi.

MT. Dg. Matteru HR, S.H., selaku delegasi dari masyarakat desa lempa turun ke lokasi proyek dengan antusias dan rasa syukur karena setelah beberapa tahun lamanya, islamic center baru dibangun pada masa pemerintahan Bupati Andi Rosman secara besar-besaran. Namun rasa antusias tersebut berubah menjadi sebuah kenyataan pahit setelah melihat proyek yg dikerja “asal jadi”.

banner 728x250

MT. Dg. Matteru HR, S.H., bersama masyarakat desa lempa dan pengurus islamic center menemukan kejanggalan dalam proyek, seperti halnya:

  1. Aspal yang sudah retak & ditumbuhi rumput
  2. ⁠Pagar/Tembok yang sudah miring dan ingin rubuh
  3. ⁠Duplikat Pelataran Madinah yang dimana payungnya sudah robek dan sistem pembuangan airnya yang tidak dibuat sebagaimana mestinya
  4. ⁠Lampu jalan yang tidak kokoh
  5. ⁠Sistem drainase yang buntu

Temuan ini menjadi sebuah kekecewaan yang teramat mendalam bagi masyarakat desa lempa, bukan karena tidak bersyukur atas dibangunnya ikon Kabupaten Wajo, melainkan karena uang pajak dari masyarakat yang digunakan tidak tepat sasaran dan jauh dari ekspektasi atas banyaknya jumlah anggaran yg diperuntukkan untuk pembangunan tersebut.

Memandang fenomena ini, DG. Matteru bersama dengan masyarakat desa lempa menggandeng beberapa elemen untuk menggugat hal ini agar dilakukan perbaikan terhadap bangunan yang diduga asal asalan.

“Kalau pemerintah hingga DPRD Wajo tidak mau mendesak kontraktor dari proyek ini untuk memperbaiki pekerjaannya, maka kami akan menempuh jalur hukum karena kami merasa dikecewakan atas realitas yang terjadi dilapangan” Tegas Dg. Matteru dalam wawancaranya

“Proyek ini digelontorkan dana kurang lebih 4,6 Miliar dan melihat hasilnya seperti ini, tentu saja timbul tanda tanya dalam benak masyarakat bahwa kok bisa anggaran sebanyak itu dan hasilnya hanya seperti ini, bahkan sudah rusak sebelum diresmikan. Harus kita pahami bahwa proyek ini dalam skala prioritas program pemerintah daerah, pastinya telah menggeser beberapa program. Kalau setelah menggeser program lain, dan hasil dari target pembangunan prioritasnya hanya seperti ini…yah mungkin ada baiknya memprioritaskan infrastruktur lunak saja” Ujar Tri Wahyu Wiranda (Ketua Liga Mahasiswa & Pemuda Wajo) pada saat diwawancarai mengenai isu ini* (Wahyu)

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *