Nasional

Baru Grand Opening, W Super Club Makassar Milik Hotman Paris di Tutup Sementara !!!

MAKASSAR – Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kota Makassar mengeluarkan pernyataan sikap penolakan terkait hadirnya W Superclub Makassar milik pengacara kondang Hotman Paris Hutapea. Diketahui, W Superclub terletak di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar dan digadang-gadang bakal menjadi pusat tempat hiburan terbesar di Kota Daeng. W Superclub diresmikan langsung oleh Hotman Paris Hutapea pada Senin (27/5/2024) lalu.

Tak sedikit masyarakat yang menolak berdirinya W Superclub tersebut.

Mereka menganggap tempat hiburan itu nantinya dapat merusak generasi muda.

“Parah sih kalau pemerintah tetap mengizinkan tempat clubing besar di Kota Makassar. Yakin dan percaya tidak lama pasti azab Allah akan turun jika pemerintah mengizinkan beroperasi tempat maksiat tersebut,” kata Wawan,

Sementara, warga lain yakni Muhsin juga merasa kehadiran W Superclub dapat merusak citra Kota Makassar. Apalagi lokasi W Superclub terbilang dekat dari ikon Kota Daeng yakni Masjid 99 Kubah.

“Itu masih dalam area (CPI) kan tidak bagus, apalagi Masjid 99 Kubah sering dijadikan tempat kegiatan agama, peringatan keagamaan, dan wisata religi,” jelasnya \

Tak hanya masyarakat, organisasi masyarakat (Ormas) PD Muhammadiyah pun memprotes keras keberadaan W Superclub tersebut dengan melayangkan surat pernyataan sikap ke Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar.

PD Muhammadiyah khawatir, W Superclub bakal menjadi sarang maksiat lantaran adanya pernyataan Hotman Paris selaku pemilik clubbing yang disinyalir dapat merusak norma agama.

“Adanya ini pembukaan club yang sangat besar dan Hotman Paris mengatakan dalam TikTok, bahwa kalau kita ingin berdansa sampai akhir zaman, kemudian mencari sampai seribu wanita cantik untuk dipekerjakan di sana.

Menurut kami ini akan berdampak besar bagi moral dan termasuk agama,” kata Ketua Pimpinan PD Muhammadiyah Makassar, K.H Muh Said Abd Samad kepada awak media. Muh Said mengungkapkan, berdirinya W Superclub dapat merusak citra Kota Daeng yang mayoritas umat muslim.

“Ini sebenarnya sangat mengusik keberagaman kita, di Makassar ini yang dikenal dengan serambi Madinah, mayoritas umat islam,” ucapnya. Selian menyurati Pemkot, PD Muhammadiyah Makassar juga bakal melakukan komunikasi terkait perizinan W Superclub ke pihak Pemprov Sulsel.

“Insyaallah kami akan mengupayakan ada komunikasi dengan bapak Gubernur.Kami rapat dulu, kalau disetujui, kita akan menyurat juga ke bapak Gubernur insyaallah,” jelas Muh Said.

Muh Said juga bilang, pihaknya bakal melakukan koordinasi dengan seluruh ormas islam di Kota Makassar jika nantinya izin W Superclub tidak dicabut.

“Jika izin tidak dicabut, Muhammadiyah akan berkoordinasi dengan pimpinan wilayah, MUI, pimpinan NU, FKUB, kira-kira bagaimana sikap bersama,” tandasnya.

Berikut isi surat pernyataan sikap yang dibuat PD Muhammadiyah Makassar: Dengan Rahmat Allah Rabbul Alamin, kami sampaikan Do’a, semoga bapak tetap sehat Walafiat dalam menjalankan tugas sehari-hari melayani masyarakat.

Aamiin. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa telah dibuka/diresmikan pada tanggal 27 Mei 2024 tempat hiburan malam di Kota Makassar dalam hal ini W Super Club Makassar.

Selanjutnya menyaksikan tayangan Video Pendek Hotman Paris yang mengundang kemaksiatan di Kota Makassar, Maka Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Makassar dengan ini Menyatakan Menolak dengan keras hadirnya Lokasi tersebut sebagai pusat Clubing terbesar di Kota Makassar.

Diantara alasan kami ialah: 1. Semakin rusaknya moral agama generasi muda kita, sebagaimana Firman Allah: Kemudian, datanglah setelah mereka (generasi) pengganti yang mengabaikan salat dan mengikuti hawa nafsu.

Mereka kelak akan tersesat (Q.S. Maryam, 19:59); 2. Semakin meluasnya perbuatan dosa dan maksiat yang mengundang turunnya laknat Allah. SWT.

Dan peliharalah dirimu dari siksaan yang tidak hanya menimpa orang- orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah sangat keras siksaan-Nya. (O.S. Al-Anfal, 8:25).

Oleh karena itu kami menyampaikan kepada Bapak Walikota Makassar kiranya tidak memberi izin dan menindaklanjuti kepada yang bersangkutan untuk tidak beroperasi di Makassar, demi menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Loading

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *