Klaim Pemprov Sulsel pemuda tewas d Mattoanging epilepsi-kubangan ditimbun

Pemprov Sulsel mengklaim kubangan bekas galian proyek Mattoanging sudah ditimbun

Makassar – Pemprov Sulawesi Selatan (Sulsel) buka suara terkait kasus pemuda yang tewas di kubangan bekas galian Stadion Mattoanging. Pemprov mengklaim kubangan itu sudah ditimbun sejak 2021, dan juga mengklaim korban tewas menderita epilepsi.

“Dispora sudah menimbun hasil pembongkaran Stadion Mattoanging sejak tahun 2021 lalu,” ungkap Kasi Ops Satpol PP Sulsel Indra dalam keterangan yang diterima melalui rilis Humas Pemprov Sulsel, Jumat (3/6).

Klaim serupa juga dilontarkan oleh Kepala Bidang Aset Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Sulsel Murniati. Dia menilai kubangan bekas galian itu tidak lagi dalam dan tak berbahaya.

“Karena sudah ditimbun sejak 2021 lalu. Itu kami pastikan tidak dalam lagi ,” jelasnya.

Sementara staf Satpol PP Sulsel Dg Kulle yang bertugas di lokasi proyek Mattoanging mengaku korban Qadrian awalnya dievakuasi warga bernama Sampara. Dg Kulle lantas turut mengklaim kubangan sudah tak lagi dalam.

“Kalaupun ada kubangan, sudah tidak dalam. Tidak ada juga yang berani berenang karena kita standby terus di sini,” tukasnya.

Selain itu, Murniati dan Dg Kulle mengklaim bahwa korban menderita epilepsi kemudian jatuh di kubangan.

“Informasi kami dapat dia sakit, epilepsi katanya”, ujar Murni melalui rilis Humas Pemprov Sulsel.

“Korban yang diketahui mengidap penyakit epilepsi katanya sempat terlihat kejang-kejang di dekat kubangan sebelum jatuh ke dalam air,” kata Dg. Kulle yang juga dikutip dari rilis Pemprov Sulsel.

Baca juga:
Ayah Pemuda Tewas di Kubangan Mattoanging Bantah Anaknya Disebut Epilepsi
Warga Minta Galian Ditutup
Untuk diketahui, bekas galian proyek Stadion Mattoanging bukan pertama kali memakan korban. Kasus serupa pernah menimpa dua anak yang ditemukan tewas tenggelam di dalam kubangan pada Minggu, 23 Mei 2021 lalu.

Berangkat dari kedua kasus ini, warga pun protes karena Pemprov Sulsel tak menimbun bekas galian tersebut.

“Kita sih maunya (bekas galian) itu ditutup (karena 2 kali memakan korban),” ujar Ketua RW setempat, Arlina (55)

Bagi Arlina, bekas galian masih ada dan jadi kubangan adalah fakta. Menurut dia, pihak terkait seharusnya memberi pagar pembatas terhadap kubangan itu.

“Kan ada yang bilang dalam, tapi na bilang itu Pak Polisi tidak Bu, sudah mi ditimbun, sudah segini pinggang,” ujar Arlina.

“Kalau saya sih maunya, kalau bisa itu dikasih anu kalau belum ditimbun, dikasih minimal pagar, bahwa ini berbahaya jangan sampai, karena di situ, diambil tempat mancing apa orang, karena kayak (sudah mirip seperti) danau mi toh,” cetusnya.

Ayah Qadrian Bantah Putranya Epilepsi
Ayah korban, Subyanta (57) membantah putranya memiliki riwayat epilepsi. Namun dia tak menampik putranya memang kerap kejang-kejang ketika tidur, hanya saja dia menolak putranya langsung divonis epilepsi tanpa pernyataan dokter.

“Saya tidak tahu kalau (itu bisa dikatakan) epilepsi, karena dia tidur baru dia kejang. Kalau dia normal begini, ndag (tidak pernah kejang-kejang),” ujar Subyanta sat ditemui wartawan di rumah duka, Jumat (3/6).

Baca juga:
Ada Korban Tewas, Warga Protes Pemprov Sulsel Tak Timbun Galian Mattoanging
Dia mengatakan putranya merupakan mantan atlet senam artistik di Ragunan sejak SD hingga SMP. Namun belakangan korban dibawa pulang ke Makassar.

“Karena dia sakit, jadi saya tarek (bawa pulang) ke sini karena kejang-kejang itu,” tutur Subyanta

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *