Sosok Fahri Fadilah Nur Rizki menjadi viral setelah gagal masuk menjadi calon Bintara Polri. Pasalnya, ia mengaku sudah lulus di pendidikan kepolisian, namun tiba-tiba namanya digagalkan dan digeser dari calon bintara polri.
Video pengakuannya pun viral dan sampai diunggah oleh Anggota DPR-RI Fraksi Partai NasDem, Hillary Brigitta Lasut di Instagram pribadinya @/hillarybrigitta.
Dalam video tersebut, Fahri menyuarakan keluh kesahnya bersama sang ibu, dengan menunjukkan bukti kelulusan dirinya yang akan menjalani pendidikan kepolisian. Berikut fakta-fakta di balik kasus Fahri:
– Menjadi satu dari 1.200 peserta yang lolos
Fahri mengungkap bahwa dirinya mendapatkan ranking 35 dari 1.200 orang yang dinyatakan lolos dalam seleksi pendidikan kepolisian.Dalam penjelasannya, ia juga mengungkap bahwa Kapolda Metro Jaya sudah menjamin akan memberangkatkan para peserta yang lolos untuk memulai pendidikan kepolisian
-Ikut bimbingan belajar Polri selama 6 bulan
Perjuangan Fahri untuk menjadi polisi tidak main-main. Ia mengungkap bahwa dirinya sudah mengikuti bimbingan belajar khusus untuk persiapan mengikuti tes kepolisian selama 6 bulan lamanya.-Direspons oleh Polda Metro Jaya
Unggahan Fahri yang sudah dibantu diviralkan oleh anggota DPR Hillary Brigitta akhirnya mendapatkan respons dari pihak Polda Metro Jaya.Melalui Instagram @/poldametrojaya, pihak Polri menuliskan bahwa kasus yang viral tersebut akan ditindaklanjuti. Polda Metro Jaya juga berjanji akan menindak tegas apabila ada praktik kecurangan di dalamnya.
-Dinyatakan tidak lolos tes buta warna
Menanggapi dari berita soal ‘penggeseran nama’ calon anggota Polri ini, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan langsung merespons persoalan kasus ini.
Ia mengungkap bahwa benar Fahri telah lulus dalam seleksi gelombang 1. Namun ketika dilakukan pengecekan lebih lanjut, Fahri dinyatakan buta warna parsial, sehingga dinyatakan tidak lolos dalam seleksi, tepat sebelum pemberangkatan pendidikan.