Korban Banjir di Lombong Timur dan Bambangan Alami Krisis Air Bersih

Dua desa terdampak banjir di Malunda, yakni Desa Lombong Timur dan Bambangan, Majene, Sulbar membutuhkan air bersih. Hingga kini, belum ada bantuan dari Pemkab dan Pemprov yang mereka terima.

Kepala Desa Lombong Timur, Bahtiar S menyatakan, warganya yang bermukim di wilayah bantaran Sungai Deking terdampak parah. Dari 312 (KK) ada sekira 250 (KK) yang rumahnya tergenang banjir. “Empat dusun saya kena. Tapi yang masalah ini, terus terang kami sangat butuh air minum dan air bersih, karena penjual (toko/kios) susah juga dapat,” ujarnya Jumat 27 Mei.

Untuk saat ini, lanjut Bahtiar, sebagian besar warga wilayah Lombong Timur sedang membersihkan rumah mereka dari lumpur dan sampah bawaan banjir. “Ini juga lumpur di badan jalan, perlu dibersihkan. Makanya kita sangat menunggu bantuan, terutama air bersih dan air minum. Sampai detik ini belum ada dari Pemprov dan Pemkab,” bebernya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Bambangan, Saifuddin juga mengeluhkan belum adanya bantuan air bersih yang sampai di desanya. Terutama tiga dusun yang terisolir akibat Jembatan putus. Yakni Dusun Bambangan dan Dusun Bunga. Adapun Dusun Susun, juga terisolasi tidak tidak terdampak banjir.

“Nah di situ soalnya, tidak ada air kasihan. Sumber air terputus semua. Sumur kami juga terendam lumpur,” ungkapnya saat dihubungi

Saifuddin menegaskan bahwa kabar mengenai ada bantuan dari Pemkab dan Pemprov, samapi pukul 17.00 Wita ini belum ada yang sampai. “Sampai jam 5 ini belum ada konfirmasi bilang ada bantuan air bersih,” ujarnya.

Untuk kebutuhan makanan dan minuman, Saifuddin mengaku bahwa warganya hanya mengandalkan sisa bahan makanan yang ada. “Yah, kami manfaatkan saja yang tersisa dari banjir kemarin,” bebernya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *