Silaturahmi dengan 12 Ulama dan Rektor, Wakil Presiden Dunia Melayu Islam Bahas Pesantren Sulsel

Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI), Komjen Pol (Purn) Syafruddin silaturahim dengan sejumlah ulama dan pimpinan pesantren dan rektor di Makassar.

Syafruddin bertemu ulama tepat berselang sebulan setelah dilantik sebagai Wakil Presiden Dunia Melayu Dunia Islam (DMDI) di Kuala Lumpur, Malaysia, April 2022 lalu.

Silaturahmi berlangsung kediaman pribadi mantan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jl Gunung Batu Putih No 4, Ujungpandang, Kota Makassar, Minggu (22/5/2022) pukul 18.00 Wita.

“Kalau bersama banyak ulama, pimpinan pesantren di Jawa dan Sumatera, sudah selalu. Untuk Sulsel ini, pertama kali,” ujar mantan Wakapolri ini.

Selain dengan ulama dan pimpinan pesantren, hadir juga Rektor Universitas Hasanuddin (Unhas) Prof Dr Jamaluddin Jompa MS, Rektor Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) Dr Aksan Jalaluddin MA dan dai kondang sekaligus dosen Ilmu Komunikasi Unhas Dr Das’ad Latief MA PhD.

Pertemuan tiga jam ini berlangsung hangat, dengan diskusi soal umat, pesantren dan santri.

Silaturahim dimulai dengan Sholat Magrib berjamaah lalu dilanjutkan diskusi yang dipandu imam besar AL Markaz KH Dr Muammar Bakry LC.

Dialog ini dihadiri Ketua Umum MUI Sulsel AGH Prof Dr Najamuddin AS LC, Imam Besar Masjid Al Markas dan Sekretaris MUI Sulsel AGH Dr Muammar Bakry LC dan KH Dr Ruslan Wahab (Mursyid Khalwatiyah Pattene dan Wakil Rektor UIM dan pengurus PW NU Sulsel,

Ketua Alumni Timur Tengah dan ICATT Indonesia Timur KH Andi Aderus, Direktur Pascasarjana UIN Alauddin dan Wakil Ketua MUI Sulsel Prof Dr M Ghalib juga Pesantren SM Ja’far Bantaeng

Hadir antara lain Ketua Yayasan DDI Mangkoso KH Syafaruddin Latief mewakili AGH Faried Wadjedy, KH Sayed Saparuddin Latif (DDI Mangkoso), KH. Drs Muhyidin Tahir (Pimpinan Pondok Pesantren Assadiyah Sengkang,Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Prof Dr Ambo Asse MA diwakili Dr Mustari Bosrah MA yang juga Wakil Ketua MUI Sulsel dan pimpinan Pondok Pesantren Darul Arqam Gombara, Makassar, KH. Taufiqurrahman (Pimpinan Pondok Pesantren Alfakhriyah Makassar,
12. KH. Syamamir (JQH/Imam Ashim) dan KH Syamsul Alam LC, alumnus Universitas Syiriah dan dosen di Universitas Cokroaminoto.

Sejatinya juga diundang Rektor Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Prof Ambo Asse dan Rektor UIN Alauddin Makassar, Prof Hamdan Juhannis, namun keduanya mengutus perwakilan.

Syafruddin mengatakan, silaturahim ini membahas sumber daya manusia (SDM) umat, khususnya di Sulsel.

Mantan Wakapolri ini menaruh perhatian penuh terhadap pesantren. Pondok pesantren itu diisi oleh santri, mereka ini SDM unggul yang harus dipersiapkan.

Mereka harus memperkaya ilmu pengetahuan, bukan hanya ilmu agama. Namun, semua aspek kehidupan.

Supaya bisa dikombinasikan, sehingga masa depan bangsa dan umat bisa kompetitif, berkompetisi dalam ikuti persaingan.

“Para santri harus bisa bersaing di kehidupan saat ini, jika tidak akan semakin ketinggalan. Digilas kehidupan global,” katanya.

Ilmu pengetahuan semakin maju, sulit dihindari. Jika tak bisa bersaing, mereka akan ketinggalan.

“Santri harus lebih giat, bukan hanya menimbah ilmu di pesantren, harus pula memahami ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin maju dalam persiapkan alih generasi,” tuturnya.

Namun, untuk wujudkan hal tersebut perlu didukung sarana dan prasarana yang memadai. Sekarang, masih ada pesantren terbatas dalam hal tersebut.

“Keterlibatan umat Islam di Sulsel, baik pejabat pengusaja, bukan hanya pendakwah. Ada simbiosis mutualisme,” ucap Mantan Menpan-RB ini.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.