Terjadi lagi, Korban Begal Jadi Tersangka

Kasus korban begal menjadi tersangka kembali terjadi lagi. Aksi warga membalas kejahatan pelaku begal, berujung pada bui.

 

Peristiwa ini dialami oleh DN (32), seorang petani di Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan (Sumsel).

 

Belum lama ini, tepatnya pada Kamis (19/5) pagi, DN diadang oleh suami istri, UN (22) dan YN (18). Keduanya membegal DN di dalam perjalanan menuju kebun. UN menodongkan pistol kepada DN. Belakangan terungkap bahwa pistol tersebut mainan.

 

DN yang takut dengan moncong senjata, akhirnya menyerahkan tas yang dibawanya. Di dalamnya berisi ponsel, minyak angin, alat memancing dan sebungkus tembakau.

 

Usai peristiwa tersebut, DN bersembunyi di pondok kebun miliknya. Dia meminta sang istri mencari bantuan. Dua hari kemudian, Kamis (19/5), rekannya, SK, mendatangi DN di kebunnya yang bercerita ada peristiwa penodongan terhadap warga sekampungnya.

 

“Tersangka DN berpikiran pelaku adalah orang yang sama ketika ia kena begal Selasa kemarin,” ungkap Kasatreskrim Polres Musi Rawas AKP Dedy Rahmat Hidayat, Jumat (20/5).

 

Lantas DN dan SK mendatangi lokasi penodongan dengan membawa sepeda motor masing-masing. DN mempersenjatai sepucuk senjata api rakitan laras panjang.

 

Di TKP, DN bertemu dengan UN. UN mengacungkan pistol mainan itu ke arah tersangka. Tidak ingin ditembak duluan, DN membela diri dengan lebih dulu menembak UN yang mengenai dadanya.

 

motor masing-masing. DN mempersenjatai sepucuk senjata api rakitan laras panjang.

 

Di TKP, DN bertemu dengan UN. UN mengacungkan pistol mainan itu ke arah tersangka. Tidak ingin ditembak duluan, DN membela diri dengan lebih dulu menembak UN yang mengenai dadanya.

 

BACA JUGA:

Bisa Usung Capres Tanpa Koalisi, PDIP: Kami Tidak Ikut Dansa-Dansa Politik

Jokowi di Hari Kebangkitan Nasional: Maju Bersama, Tak Boleh Ada yang Tertinggal

“Dari pengakuan tersangka DN, korban UN melarikan diri ke kebun setelah tertembak. Kemudian mayatnya ditemukan warga,” ujarnya.

 

Puas menembak korban, tersangka membuang kecepek itu ke semak-semak. Lantas dia menyerahkan diri ke rumah kepala desa setempat hingga akhirnya dijemput petugas yang bertugas di pos polisi.

 

Polisi menetapkan DN sebagai tersangka karena merencanakan pembunuhan. Dia dinilai sengaja menemui korban untuk balas dendam karena pernah dibegal.

 

“Perbuatan tersangka DN bukan untuk membela diri tetapi sengaja membalas dendam. Dia menyiapkan senjata api rakitan saat menuju TKP penodongan,” pungkasnya.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.